Novel mulai ditinggali? Kenapa?!

Novel mulai ditinggali? Kenapa?!

Yo, hola sobat Aksara Jingga, kalian tau gak sih kalau novel sekarang sudah mulai di tinggali? Maksudnya? Daripada salah paham mending mari kita sama-sama bahas yuk.

Di dalam artikel kali ini Mimin akan membahas tentang apa itu novel dan juga kenapa beberapa novel mulai di tinggali. Berarti udah gak bagus untuk di buat lagi? Kalau gitu berhenti aja deh dari dunia kepenulisan!

Eh eh jangan salah dulu! Itu semua akan Mimin jawab di dalam materi kali ini ya.

Seperti yang sobat Aksara Jingga sudah ketahui, novel ada sebuah karya tulis, berbentuk cerita. Cerita yang ada bisa dari sebuah pengalaman, imajinasi ataupun sebuah pengalaman horor saja.

Pengalaman yang sering sekali dimuat di dalam sebuah novel adalah sebuah perjalanan hidup seseorang yang terkenal maupun perjalanan hidup dari sesuatu hal yang mistis.

Seperti dari ia lahir hingga saat ia membuat novel tersebut. Setiap penulis memiliki ciri khas karya yang berbeda-beda. Dan itulah yang menyebabkan sebuah novel sangat menarik untuk dibahas. Apalagi jika penulis dari sebuah karya itu adalah seseorang panutan kita.

Banyak sekali loh novel viral di Indonesia, bahkan sudah tersebar di negara lainnya. Itu semua tergantung dari besarnya para minat pembaca. Semakin banyak minat pembaca makin sebani pula lah peluang bagi sebuah novel laris bahkan bisa tersebar hingga mancanegara.

Lalu kalau seperti itu kenapa novel mulai ditinggali?

1. Novel cetak.

Yang pertama ada pada kendala novel cetak. Karena sudah majunya perkembangan teknologi pada era saat ini. Banyak sekali novel yang diterbitkan secara online maupun fisik maupun dalam bentuk buku cetak. 

Karena itu pula novel cetak mulai sedikit demi sedikit ditinggali. Namun penurunan itu tidak signifikan ya. Dan juga, pada pendapat sebagian orang mereka lebih memilih untuk membaca novel secara fisik. Karena ia lebih mendapatkan feel di dalam alur ceritanya.

Namun bagi orang-orang yang ingin simpel, mereka akan memilih untuk membeli novel tersebut secara online. Karena sangatlah praktis dan juga sangat banyak pilihannya.

Novel online sekarang sudah banyak di jual di berbagai macam situs, dan yang pasti sudah banyak sekali judul yang di jual di dalam situs-situs tersebut.

Karena itu lah, ada sedikit penurunan pada pembelian novel cetak. 

2. Tema novel tidak berkembang.

Karen banyak nya novel yang memiliki tema yang sama, bahkan sangat mirip. Itu semua membuat para pembaca mulai lebih jenuh untuk melihat ataupun membaca sebuah novel yang beredar di pasaran.

Mereka yang seperti ini akan lebih memilih untuk membaca karya tulis lainnya z seperti komik, ataupun lain sebagainya. Namun ketenaran novel tidaklah langsung turun seperti seseorang yang sedang terjun payung ya.

Karena minat pembaca, untuk membaca novel masih sangat banyak. Jadi janganlah sobat Aksara Jingga khawatir dan berhenti untuk membuat novel-novel yang sudah sobat Aksara Jingga rencanakan.

Semua akan indah dan memiliki jalan pada waktunya masing-masing. Kita semua harus terus berusaha dan mengedepankan dunia kepenulisan agar kita bisa sama maju, dan bersinar bersama di dalam nama dunia kepenulisan.

3. Beberapa penulis Hiatus.

Ini adalah sebuah permasalahan yang sudah pernah di alami oleh dunia kepenulisan. Yaitu hiatusnya beberapa penulis besar. Dan itu membuat audience mereka menghilang dan pembelian terhadap karya karya mereka pun semakin kecil dan malah hilang.

Ini lah bisa menjadi alasan utama kenapa novel mulai ditinggali, walaupun seperti itu, 
Novel tetaplah menjadi sebuah karya yang nomor satu loh di Indonesia. Karena masih sangat sering dicari, walaupun mungkin sudah mulai menurun. 

Apalagi karena bermunculannya novel-novel online. Itu lah yang membuat novel semakin ataupun tetap eksis di zaman ini. Novel adalah suatu karya yang terbukti bisa mengikuti perkembangan zaman. 

Perkembangan yang sangat pesat ini tidak terlalu membuat novel menjadi menurun, bahkan membuat novel semakin naik dan naik lagi. Itu semua karena masih banyaknya minat dan kemudahan karena teknologi yang ada pada saat ini.

4. Ending yang bisa ditebak.

Yang terakhir ini adalah alasan yang paling jarang ditemui. Namun tetap ada beberapa pembahasan tentang ini. Seperti yang di kalian ketahui, jika kalian membaca suatu karya dan dari awal saja kalian sudah bisa mengetahui ending yang akan terjadi, pasti tidak seru kan? Dan pastinya akan merasa tertipu karena membeli karya tersebut.

Itu lah yang menjadi permasalahannya, karena memang cukup sudah untuk kita membuat ending yang tidak tertebak oleh para pembaca. Caranya gimana? Kalian bisa menggunakan ending plot twist. Dan itu adalah ending yang sedang sering digunakan pada saat ini.

Ending seperti itu juga adalah ending yang bisa membuat para pembaca menjadi terheran-heran dan juga tertawa maupun sedih. Itu semua tergantung dengan plot twist yang kalian buat. Kalian bisa berimajinasi tentang plot twist tersebut. Namun kalian juga harus tetap untuk mengetahui apakah plot twist ini akan berhasil dan tidak merusak karya kalian atau tidak. Semua harus kita cek kembali, agar lebih aman.

Dan itu lah tadi kutipan yang Mimin bisa sampaikan pada kesempatan kali ini. Semoga sobat Jingga bisa mendalami isi materinya dan menyerap semua kebaikannya. Karena sebenarnya masih sangat banyak dunia kepenulisan yang belum kita jelajahi lebih dalam lagi. Itu semua bisa kita dalami bersama-sama. Teruslah berkarya!

Hidup literasi! Mari bertumbuhlah  beraksara bersama kami Jingga. Salam Jingga. Sampai jumpa di lain kesempatan. Pai pai
Aksara Jingga

Media literasi yang mencakup komunitas dan pasar permintaan

Post a Comment

Previous Post Next Post
IKLAN VIDEO