Hal-hal Dasar yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menulis Puisi

Hal-hal Dasar yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menulis Puisi - AksaraJingga.Com
Hal-hal Dasar yang Perlu Kamu Ketahui Sebelum Menulis Puisi - AksaraJingga.Com

Editor: Ravi, Fauzi, Kyfana

Hallo sobat Aksara Jingga, kita ketemu lagi nih! Dan sekarang kita akan bahas tentang puisi. Pembahasan tentang puisi ini akan terus berlanjut hingga dua atau tiga materi kedepannya. Jadi terus baca semua materi nya agak kalian semua paham! Setelah kita membahas tema-tema puisi yang hits, sekarang kita akan membahas tentang apa sih itu puisi?! Nah untuk itu kali ini Mimin akan beri informasi ke kalian mengenai hal-hal dasar yang perlu kalian ketahui sebelum memulai untuk menulis puisi.

Karena menurut Mimin ini adalah materi yang sangat dasar dan perlu kalian ketahui! Jadi bacanya jangan setengah-setengah ya! Tanpa banyak basa-basi lagi mari kita masuk ke materinya.

Penjelasan Puisi

Apa sih puisi itu? Bagaimana bentuknya? Mungkin sebagian dari kalian ada yang masih belum mengenal secara utuh mengenai puisi. Puisi merupakan salah satu contoh dari salah satu jenis karya seni tulis. Puisi dibuat berdasarkan kata hati, yang bertujuan sebagai media perantara seseorang dalam menyampaikan apa yang dia rasakan.

Banyak dari kita sudah melupakan makna puisi. Apalagi ada yang diminta mewakili kelas-kelas untuk membuat puisi. Pusing rasanya. Tiap disuruh buat puisi, yang dipikirkan pasti berusaha mencari kalimat bagus, kata-kata indah dan bijak, sehingga terhasilkanlah puisi indah yang hampa. Kenapa hampa? Yah, emang di dalamnya ada perasaan si penulis yang menulis puisi itu?

Tapi, kalau ada pertanyaan, jadi puisi cuma bisa ditulis sama orang yang paham sastra aja? Jawabannya tentu saja tidak. Karena puisi merupakan ungkapan seseorang yang menulisnya, entah itu sedih, senang, marah. Semua! Bahkan anak setingkat SD pun bisa membuat puisi (walaupun kalimatnya masih berantakan sih, WKWKWKWKWK!!) Tapi setidaknya, puisi anak setingkat SD satu lebih jujur dari hati dibanding mereka yang ditunjuk tiba-tiba di kelas untuk membuat puisi.

Kesimpulannya, puisi merupakan seni menuliskan ungkapan isi hati seseorang.

Rima Dalam Puisi

Hayo? Pasti udah pada tahu tentang ini kan? Ini adalah komponen yang sangat-sangat krusial di dalam sebuah puisi. Kalau di sini saja salah semua-muanya bisa salah juga.

Rima yang umum kita ketahui itu seperti keselarasan pada akhir kalimat. Yang mana dengan adanya penggunaan rima yang tepat, puisi yang dibaca jauh lebih indah.

Rima yang umum kita ketahui itu, rima baris namanya. Yang di mana diakhir baris akan memiliki keselarasan dengan baris lainnya. Memiliki pola tertentu. Seperti rima pola AAAA, AABB, ABAB, ABBA.

Lebih mudahnya, saya akan memberikan salah satu contoh.

    Pola ABAB

    Rembulan bersinar terang

    Merayap masuk dari luar jendela

    Menghampiriku yang malang

    Memelukku di sepanjang malam tiba

Bagaimana? Kalian bisa melihat polanya di akhir baris bukan? Jika sudah, artinya kalian sudah paham dengan rima. Lebih tepatnya rima baris.

Intonasi

Intonasi adalah sebuah penekanan dan pembawaan dengan rasa pada saat pembacaan suatu kalimat.

Sebenarnya gak perlu teknis khusus atau penjelasan khusus untuk intonasi ini. Karena sejatinya intonasi dapat mengalir dengan sendirinya ketika kita paham makna dan rasa yang ada pada puisi. Lagi-lagi terkait perasaan, menggunakan hati. Emang, puisi tuh gak bakalan jauh dari itu.

Ketika kita memahami kalimat pada puisi yang kita bacakan menyiratkan amarah, maka intonasi kita pun menyesuaikan. Memberi penekanan, yang mana membuat pendengar turut merasakan amarah itu. Lalu ketika kita memahami kalimat pada puisi yang kita bacakan menyiratkan kesedihan, maka intonasi kita menyesuaikannya dengan lirih. Tanpa penekanan yang kuat. Mengalir, dengan lembut, namun sendu.

Diksi-diksi

Sebelum membahas soal diksi-diksi dalam puisi, kalian tentu perlu memahami secara singkat apa itu diksi. Diksi itu singkatnya merupakan pilihan kata yang tepat dalam satu karya. Gak cuma puisi aja yang ada diksinya. Di karya tulis lain juga ada. Tapi, untuk saat ini kita fokus bahas diksi puisi aja.

Diksi dalam puisi bertujuan untuk melengkapi dan memperindah puisi kita. Seberapa pentingkah diksi dalam puisi? Jawabannya tentu saja sangat penting. Hal ini akan sangat membantu pembaca dalam memahami pesan dari puisi kita. Juga sejalan dengan tujuannya tentang keindahan, akan membuat puisi kita lebih indah dan terkesan dibaca ataupun diungkapkan sehingga pembaca bisa merasa lebih tertarik untuk membacanya.

Berikut contoh beberapa diksi indah. Misalnya atma, memiliki arti jiwa. Lalu buana, dapat diartikan dunia atau jagat. Dan contoh lainnya, kamu. Kamu? Iya, kamu. Soalnya melengkapi dan memperindah hidupku. JIAAKKHH!!!

Pesan Moral

Kemudian, unsur puisi lain yaitu sebuah pesan moral. Sebagaimana sobat Aksara Jingga ketahui bahwa pesan moral adalah pesan yang disematkan dalam puisi untuk disampaikan kepada pembaca oleh penulis atau pengarang, baik secara langsung maupun tidak. Setiap kali kita menyusun puisi, jangan lupa sisipkan pesan moral agar pembaca dapat merasakan manfaat dari puisi yang kita tulis. Puisi tak akan mengandung nilai-nilai yang baik apabila tidak ada pesan moral di dalamnya, sekalipun menggunakan indahnya diksi, rapihnya tata bahasa, serta diselaraskan dengan rima yang pas.

Misal saja, sobat Aksara Jingga ingin menulis puisi dengan tema kenangan. Kalian bisa tuangkan deskripsi tentang pengalaman di masa lalu, entah bersama pacar atau teman, dengan diksi yang indah. Kalian bisa deskripsikan perasaan bangga, gembira, sedih, kecewa, marah, dan lain-lain dalam puisi. Saat mengungkapkan suatu perasaan itulah, jangan lupa untuk memasukkan pesan, baik secara langsung maupun tidak langsung, pada bait terakhir agar pembaca mendapatkan pelajaran atau nilai yang berharga dalam puisi. Pesan moral membuat puisi yang kita tulis menjadi hidup dan penuh makna. Sobat Aksara Jingga harus perhatikan unsur tersebut setelah menulis sebuah puisi.

Pemilihan Tema

Ya! Tentu tema adalah suatu kewajiban yang harus ada dalam sebuah karya. Nah gimana sih cara membuat tema yang mencerminkan kondisi-kondisi saat ini? Jika kalian ingin pelajari hal ini lebih lanjut, kalian boleh klik link yang tersedia di bawah ini!

Seberapa penting pemilihan tema? Layaknya membangun rumah, tema merupakan sketsa awal. Mau bagaimana bentuk rumah itu, sketsa awalnya lah yang menentukan. Rancangannya. Ibarat lainnya juga bisa seperti pondasi, yang menjadi awal dibangunnya puisi. Tanpa tema, gimana caranya seseorang membuat puisinya?

Bahkan ketika kita membuat puisi secara spontan, sebetulnya saat itu kita sudah tau tema apa yang akan dipakai. Tapi kita gak sadar, kalau kita milih tema itu. Jadinya malah mikir, kita buat puisi tanpa tema.

Contohnya aja ketika kita tiba-tiba galau. Sejatinya, ketika kita galau dan tangan kita bergerak membentuk puisi, tema yang dipakai adalah hal yang membuat galau. Misalnya kenangan. Kenangan, yang menjadi awal terbentuknya sebuah puisi galau. Menjadi pondasi berdirinya puisi spontan itu.

Pembahasan tema itu singkat dan tidak ribet. Jadi seharusnya kalian bisa paham kan, bagaimana pemilihan tema itu.

Majas

Majas adalah gaya bahasa yang digunakan agar pengungkapan sesuatu dalam puisi lebih hidup dan emosional.

Ada banyak sekali jenis majas yang bisa digunakan dalam puisi. Yang dipelajari mungkin ada 8 majas, atau bahkan lebih. Tapi umumnya, majas yang sering digunakan hanyalah tiga. Metafora, personifikasi, dan hiperbola. Setelah membaca tiga kata tadi, kalian pasti merasa tidak asing.

Emosi atau Rasa.

Nah, Mimin tadi sempet nyinggung ini di pengertian puisi. Emosi atau rasa menjadi penyusun penting dalam puisi. Tanpa ini, nantinya puisi yang diciptakan menjadi puisi yang hampa.

Akan sangat berbeda puisi yang menggunakan emosi dan rasa dibanding dengan yang tidak menggunakan sama sekali. Rasanya seperti ada yang hilang, tapi entah hilang ke mana.

🗣 : Tapi, kan, orang yang baca gak bakalan sadar.

Perlu kalian ketahui, pemilihan kata dengan menambahkan rasa dan emosional pada sebuah puisi akan lebih menyentuh jiwa pemirsa daripada yang dibuat dengan sekadar memodifikasi kalimat kalimat bagus lalu dirangkai menjadi satu puisi indah. Akan terlihat jelas dimata mereka yang paham dengan puisi. Orang yang baca kebanyakan mungkin gak bakalan sadar. Atau gini deh, gak usah jauh-jauh. Dari penulisnya aja. Kalian yang nulis puisi tanpa emosi dan rasa, pas baca puisi kalian sendri gimana? Pasti ngerasa ada yang kurang tapi gak tau kurangnya apa kan?

Itu tadi penjelasan singkat tentang Puisi yang harus kalian ketahui! Untuk lebih memudahkan kalian, mari kita buat rangkumannya! Mari kita masuk ke rangkumannya!

Rangkuman

  • Penjelasan Puisi.

Puisi merupakan seni tulis yang berguna menjadi perantara dalam menyampaikan isi hati seseorang.

  • Rima dalam Puisi.

Rima itu seperti kelarasan. Dan rima yang paling umum dipahami adalah rima baris. Yang memiliki pola tertentu seperti AAAA, AABB, ABAB, ABBA.

  • Intonasi.

Intonasi adalah bagaimana kalian bisa memahami makna puisi sehingga dapat disampaikan serta dibacakan dengan penggunaan nada yang pas. Sehingga bisa membuat pendengarnya ikut memahami hanya dari mendengarkan pembacaan puisi kita.

  • Diksi-Diksi.

Diksi adalah pilihan kata dengan tujuan agar puisi nampak lebih indah jika dibaca atau disampaikan dan merupakan suatu pelengkap dalam suatu puisi.

  • Pesan Moral.

Pesan moral adalah pesan tersemat secara langsung maupun tidak langsung dalam sebuah karya, dalam hal ini puisi. Perlu diingat bahwa dalam pembuatan puisi sebaiknya menyisipkan pesan moral agar pembaca dapat merasakan manfaat dari puisi yang ditulis.

  • Pemilihan Tema.

Pemilihan tema, merupakan pondasi awal berdirinya sebuah puisi.

  • Majas.

Majas merupakan gaya bahasa dalam puisi yang digunakan agar puisi bisa lebih hidup dan emosional.

  • Emosi atau Rasa.

Emosi dan rasa menjadi penyusun penting dalam puisi, karena tanpa adanya emosi dan rasa, puisi yang dibuat akan menjadi hampa dan hilang maknanya.

Nah itu dia rangkuman dari materi kali ini. Saya harap kalian semua bisa suka, yah! Semoga dengan adanya pembahasan kita mengenai puisi, sobat Aksara Jingga bisa lebih paham tentang puisi. Salam literasi dan mari Bertumbuh Beraksara Bersama Jingga!!

Post a Comment

Previous Post Next Post